PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH ISLAM TERHADAP MUTU PENDIDIKAN
DOI:
https://doi.org/10.51875/jispe.v6i02.820Keywords:
Management based on islamic schools, Pedagogical Competence, Quality of EducationAbstract
Tantangan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan telah mendorong pergeseran global menuju model tata kelola yang terdesentralisasi dan fokus baru pada efektivitas pendidik. Studi ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan menganalisis secara kuantitatif pengaruh implementasi Manajemen berbasis sekolah Islam dan Kompetensi Pedagogis (PC) guru terhadap Kualitas Pendidikan (QoE). Penelitian ini dilakukan dalam konteks spesifik SMA IT BAITUL ILMI di Bekasi, Indonesia, sebuah lingkungan di mana kebijakan desentralisasi nasional beririsan dengan realitas praktik sekolah sehari-hari. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif-korelasi kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 responden, termasuk kepala sekolah, guru, dan staf, menggunakan instrumen survei yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil menunjukkan tingkat persepsi yang tinggi terhadap implementasi Manajemen berbasis sekolah Islam (M=4,15, SD=0,58), PC (M=4,25, SD=0,62), dan QoE (M=4,20, SD=0,60). Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa model tersebut signifikan secara statistik (F(2,97)=91,34, p<.001), menjelaskan 64,5% varians dalam QoE (R2=.653, Adjusted R2=.645). Kedua variabel independen merupakan prediktor positif yang signifikan terhadap QoE. Namun, Kompetensi Pedagogis muncul sebagai prediktor yang lebih kuat (β=0,572, p<.001) dibandingkan dengan Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Islam (β=0,315, p<.001). Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun reformasi struktural seperti Manajemen Berbasis Sekolah Islam bermanfaat, kapasitas profesional guru merupakan penentu kualitas pendidikan yang lebih kuat. Hal ini menggarisbawahi sinergi kritis yang dibutuhkan antara pemberian otonomi kepada sekolah dan investasi simultan pada modal manusia yang diperlukan untuk memanfaatkan otonomi tersebut secara efektif, menawarkan perspektif yang lebih bernuansa tentang alasan terbatasnya keberhasilan reformasi Manajemen Berbasis Sekolah Islam dalam konteks seperti Indonesia.









