Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms <p align="justify"><strong><br /><img style="float: left; width: 167px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184b80;" src="https://jurnal.idaqu.ac.id/public/site/images/idaqu/cover-issue-19-en-us-6d6b6cd42a9a260aed42223d7a472eb8.jpg" width="157" height="236" />Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)</strong> is an electronic journal published by the LPPM Daarul Qur'an Institute (IDAQU). The JIBMS journal is dedicated to the study of sharia business management that focuses on and covers the scope of business management, sharia business, sharia banking, sharia economics, sharia insurance, management philosophy, entrepreneurship, sharia accounting, fiqh muamalah, capital markets shari'ah, Islamic business ethics, microeconomics, macroeconomics, business communication, HR management, ziswaf management, operations &amp; risk management, taxation, shari'ah capital market, Islamic monetary policy, business feasibility studies. Review processing using the system provided by OJS. It is published twice a year, in June and December. Editors accept contributions of articles in Indonesian that contain 2500-5000 words and have not been published by other media. Quote using APA style.</p> Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia en-US Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2776-0782 Analisis Kinerja dan Daya Saing Perbankan Syariah di Era Digital: Tantangan dan Prospek di Indonesia https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/774 <p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri keuangan secara fundamental, termasuk sektor perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan daya saing perbankan syariah di Indonesia di tengah era digitalisasi, serta mengidentifikasi tantangan dan prospek yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, artikel ini mengkaji bagaimana inovasi produk dan layanan berbasis teknologi (seperti <em>mobile banking</em> dan <em>fintech syariah</em>) memengaruhi efisiensi, pertumbuhan, dan pangsa pasar perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perbankan syariah memiliki landasan etika dan spiritual yang kuat, mereka menghadapi tantangan besar dalam hal literasi keuangan syariah yang masih rendah, infrastruktur teknologi yang belum merata, dan persaingan ketat dari bank konvensional serta <em>financial technology</em> (fintech) lainnya. Namun, digitalisasi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan inklusi keuangan, menjangkau segmen pasar baru, dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Diperlukan kolaborasi antara regulator, perbankan syariah, dan startup teknologi untuk menciptakan ekosistem yang lebih solid dan kompetitif.</p> Mahmud Syukri Komarudin Moh Rohim Suharyadi Arie Haura Endahrobiatuladawiah Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 1 7 10.51875/jibms.v7i1.774 Menavigasi Era Belanja Cashless: Menilai Dampak Ganda Kemudahan Aplikasi dan Insentif Dompet Digital terhadap Perilaku Pembelian Generasi Z https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1313 <p>Perkembangan teknologi e-commerce dan sistem pembayaran digital telah merevolusi lanskap ritel dan perilaku konsumsi, khususnya pada kelompok Generasi Z sebagai digital natives. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemudahan penggunaan aplikasi e-commerce serta ketersediaan metode pembayaran digital terhadap perilaku belanja online konsumen Generasi Z di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring (Google Form) dengan melibatkan 50 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menginterpretasikan frekuensi, persentase, dan tren kecenderungan perilaku responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform e-commerce yang paling dominan digunakan adalah Shopee (54%), diikuti oleh Lazada (30%). Konsumen Generasi Z memberikan persepsi yang sangat positif terhadap kemudahan aplikasi (antarmuka, kecepatan pencarian, stabilitas sistem, kemudahan checkout, dan fitur interaktif) dengan tingkat persetujuan rata-rata di atas 90%. Dari sisi sistem pembayaran, e-wallet menjadi metode utama yang paling disukai (28%), di mana kepraktisan transaksi dan intensitas promo cashback (64% sangat setuju) terbukti menjadi stimulan kuat dalam meningkatkan frekuensi dan nilai pengeluaran belanja online. Kombinasi dari pengalaman aplikasi yang seamless dan ekosistem pembayaran yang praktis mendorong aktivitas belanja online yang intensif pada Generasi Z, dengan mayoritas bertransaksi 3–5 kali per bulan (48%) dan alokasi pengeluaran bulanan mendominasi di atas Rp500.000 (46%). Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi teknologi antarmuka dan integrasi promosi digital bagi pelaku e-commerce guna mempertahankan loyalitas konsumen masa kini.</p> Rizki Dwi Anggraini Hafizh Perdana Nur Diana Dewi Fawwaz Raihan Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 8 18 10.51875/jibms.v7i1.1313 Harmonisasi Regulasi Perbankan Syariah PBI No. 09/19/PBI/2007 https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1216 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji harmonisasi regulasi perbankan syariah, khususnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 09/19/PBI/2007. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui analisis sinkronisasi vertikal terhadap peraturan perundang-undangan dan sinkronisasi horizontal terhadap literatur serta fatwa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi tersebut secara normatif telah mengakomodasi prinsip-prinsip utama syariah seperti keadilan ('adl), kemaslahatan (maslahah), dan keseimbangan (tawazun), serta melarang unsur riba, gharar, dan maysir. Namun, dalam tahap implementasi masih terdapat tantangan dan kesenjangan yang bersifat administratif-prosedural, seperti dominasi akad non-bagi hasil (khususnya murabahah bil wakalah tanpa disiplin verifikasi underlying asset), disparitas interpretasi antarlembaga, serta timbulnya risiko gharar siber pada ekosistem fintech syariah yang mengungkap adanya regulatory loophole. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan harmonisasi regulasi substantif-operasional melalui transformasi fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi auditor substantif, penerbitan panduan teknis verifikasi aset lintas lembaga, diversifikasi akad bagi hasil, serta penguatan program literasi syariah nasional untuk menjaga kesesuaian antara hukum positif dan nilai-nilai syariah.</p> Siti Zahra Syahri Fahriyah Tri Kusuma Dewi Fakhry Fadhil Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 19 29 10.51875/jibms.v7i1.1216 Analisis Pengaruh Market Share Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Studi Tren: 2015-2024) https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1219 <p><em>Indonesia holds significant potential in the development of Islamic banking; however, its market share had only reached 7.44% as of September 2024 far below the 15% target set by Bank Indonesia. Meanwhile, national economic growth has remained stagnant at around 5% over the past decade. This study aims to examine the effect of Islamic banking market share on Indonesia's economic growth over the period 2015–2024. The method employed is simple linear regression based on secondary time series data sourced from OJK and BPS, with Shapiro-Wilk normality testing, Durbin-Watson autocorrelation testing, and coefficient of determination analysis using SPSS 26. The findings indicate that Islamic banking market share has no significant effect on economic growth (sig. = 0.789 &gt; 0.05), with an R² value of only 0.9%. This study contributes to strengthening the empirical evidence that the scale of Indonesia's Islamic banking sector remains too limited to meaningfully drive economic growth, while also serving as a basis for recommending that regulators accelerate the expansion of the Islamic finance industry through more aggressive and innovative policies.</em></p> <p><em> </em></p> Fitra Dila Lestari Fitra Siti Fatimah Zahra Siti Fatimah Zahra Lathiefah Rabbaniyah Lathiefah Rabbaniyah Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 30 41 10.51875/jibms.v7i1.1219 Rekonstruksi Prinsip Dasar Akad dalam Fiqih Muamalah: Perspektif Maqashid Syariah terhadap Transaksi Kontemporer https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1258 <p>Perkembangan transaksi kontemporer melalui digitalisasi ekonomi, financial technology, hybrid contract, dan sistem berbasis teknologi membawa perubahan signifikan terhadap praktik akad dalam fiqih muamalah. Konstruksi akad klasik yang cenderung legal-formal menghadapi tantangan akibat perubahan pola hubungan hukum dalam aktivitas ekonomi modern. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi prinsip dasar akad melalui pendekatan maqashid syariah agar relevan dengan transaksi kontemporer tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan metode hukum Islam normatif dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data diperoleh dari kitab fiqih klasik, literatur ekonomi syariah kontemporer, jurnal ilmiah, fatwa DSN-MUI, standar syariah, dan regulasi terkait transaksi digital. Analisis dilakukan melalui content analysis dan comparative analysis terhadap konsep akad klasik dan praktik transaksi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dasar akad memiliki karakter fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan sosial-ekonomi. Rekonstruksi dilakukan melalui reinterpretasi ijab dan qabul dalam transaksi digital, penguatan kemaslahatan dan perlindungan harta, fleksibilitas akad dalam hybrid contract dan transaksi elektronik, serta penguatan etika dan keadilan. Rekonstruksi akad berbasis maqashid syariah dapat menjadi paradigma fiqih muamalah yang substantif, adaptif, dan responsif terhadap ekonomi digital modern.</p> Niswatin Mubarriroh Anna Putri Syafitri Muhammad Adi Adrian Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 42 59 10.51875/jibms.v7i1.1258 Implementasi Prinsip Amanah dan Transparansi dalam Pengelolaan Dana Masjid dalam Perspektif Akuntansi Syariah (Studi Kasus Di Mesjid Al- Barokah) https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1272 <p>Masjid memainkan peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai lembaga yang mengelola dana publik yang berasal dari donasi, infaq, sedekah, dan kontribusi amal lainnya. Meningkatnya jumlah dana yang dikelola oleh masjid membutuhkan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam. Dalam konteks akuntansi syariah, prinsip amanah (kepercayaan) dan transparansi merupakan elemen fundamental yang mendukung tata kelola keuangan yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip amanah dan transparansi dalam pengelolaan dana masjid dari perspektif akuntansi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Masjid Al-Barokah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengurus masjid, observasi langsung praktik pengelolaan keuangan, dan dokumentasi catatan dan laporan keuangan. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Temuan menunjukkan bahwa prinsip amanah telah diimplementasikan melalui praktik keuangan yang jujur, pengelolaan dana yang bertanggung jawab, dan alokasi dana sesuai dengan tujuan yang dimaksudkan. Transparansi tercermin dalam pelaporan keuangan berkala dan pengungkapan informasi keuangan kepada jamaah masjid, meskipun sistem pelaporannya masih relatif sederhana. Dari perspektif akuntansi syariah, pengelolaan keuangan masjid menunjukkan nilai-nilai akuntabilitas, kejujuran, dan tata kelola yang baik. Namun, masjid belum sepenuhnya mematuhi PSAK 109 karena keterbatasan sumber daya manusia dan tidak adanya sistem akuntansi yang terstandarisasi. Penerapan amanah dan transparansi telah berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana masjid.</p> Nikma Nur halimah Dede Riswandi Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 60 71 10.51875/jibms.v7i1.1272 Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence Generatif dalam Strategi Pemasaran Digital https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1280 <p><em>Artificial Intelligence</em> (AI) Generatif telah berkembang menjadi salah satu kekuatan paling transformatif dalam lanskap pemasaran digital global. Platform seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot yang berbasis <em>Large Language Model</em> (LLM) kini dimanfaatkan secara luas oleh pelaku bisnis untuk mengotomasi pembuatan konten, mempersonalisasi pengalaman pelanggan, mengoptimalkan <em>Search Engine Optimization</em> (SEO), serta meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran di berbagai kanal digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan AI Generatif dalam strategi pemasaran digital, mencakup identifikasi area implementasi utama, manfaat yang diperoleh, serta tantangan dan risiko yang menyertai adopsinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur sistematis dan observasi terhadap praktik industri. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah terindeks Scopus dan IEEE Xplore periode 2021–2025, dokumentasi resmi platform AI, laporan industri dari McKinsey, Gartner, dan Boston Consulting Group, serta jurnal nasional Indonesia yang relevan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima area implementasi utama AI Generatif dalam pemasaran digital, yaitu pembuatan konten otomatis, personalisasi pengalaman pelanggan, optimasi SEO berbasis AI, analisis sentimen konsumen, serta otomasi kampanye <em>email marketing</em>. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI Generatif berpotensi merevolusi efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran digital, namun keberhasilannya memerlukan tata kelola yang tepat, literasi AI yang memadai, serta kebijakan etis yang jelas dari pelaku bisnis.</p> Esthi Adityarini Esthi Subhiyanto Marzuki Muhammad Anwar Sani Jam'an Nurchotib Mansur Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 72 81 10.51875/jibms.v7i1.1280 Transaksi Jual Beli Ditinjau Dari Etika Bisnis Islam (Studi Pada Pasar Kaget Sentraland Perumnas Dua Jl. Durian Raya, Parungpanjang, Bogor) https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1278 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pemahaman pedagang di Pasar Kaget Sentraland Perumnas Dua Jl. Durian Raya terhadap etika bisnis Islam dalam transaksi jual beli, penerapan etika bisnis Islam oleh pedagang dalam praktik jual beli, dan perilaku pedagang dalam transaksi jual beli di pasar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah melalui proses editing dan penyusunan secara sistematis, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif, yaitu mendeskripsikan temuan berdasarkan instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: sebagian besar pedagang memahami etika bisnis Islam dalam transaksi jual beli, namun pengetahuan tersebut masih bersifat umum dan terbatas, hanya sebatas pada aspek kejujuran dan keramahan; penerapan etika bisnis Islam oleh pedagang belum sepenuhnya berjalan dengan baik, meskipun terdapat upaya untuk menerapkannya; dan masih terdapat pedagang yang berperilaku kurang sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam, namun secara umum lebih banyak pedagang yang menunjukkan perilaku positif dan menjaga etika dalam berdagang.</p> Fahrul Hidayat Siti Intan Novita Akmaluddin Rois Warmin Rahmawati Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 82 94 10.51875/jibms.v7i1.1278 Apakah Akad Ijarah Muntahiyah Bi al-Tamlik Sesuai Prinsip Keadilan Syariah? https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/1146 <p>Apakah akad <em>ijarah muntahiyah bi al-tamlik </em>(IMBT) sesuai prinsip keadilan syariah?, sebagai salah satu model kontrak dalam keuangan Islam. Pada dasarnya, kontrak ini adalah kontrak hibrida yang menggabungkan sewa dan jual beli secara bersamaan sebagai respons terhadap kebutuhan bisnis. Melihat mekanisme detailnya, akad <em>ijarah muntahiyah bi al-tamlik</em> (IMBT) meninggalkan efek ketidakadilan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak jika kontrak tersebut gagal terpenuhi. Objek penelitian ini berupaya menyoroti mekanisme komprehensif kontrak akad <em>ijarah muntahiyah bi al-tamlik </em>(IMBT) dalam arti bahwa kontrak ini perlu ditinjau kembali atau diadaptasi ulang agar beban kedua belah pihak terbagi secara merata. Bertujuan untuk menganalisis kesesuaian implementasi akad <em>ijarah muntahiya bittamlik</em> (IMBT) di perbankan syariah. Metodologi penelitian ini menggunakan perspektif al-qawaid al-ushuliyyah dan al-qawaid al-fiqhiyyah. Data dikumpulkan menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa akad IMBT adalah kategori hajah (kebutuhan) dalam merespon dinamika dan kompleksitas transaksi dalam bisnis. Namun kemaslahatan yang ada dalam IMBT perlu diletakkan pada kejelasan hak dan tanggung jawab yang komprehensif antara dua pihak (penjual dan pembeli). Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penyempurnaan klausul akad, khususnya terkait transparansi hak opsi (hibah atau jual beli) bagi nasabah sejak awal kontrak, guna meminimalisir resiko sengketa. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi regulator dalam memperkuat pedoman perlindungan konsumen.</p> Amrudin Hasna Mardanus St Magfirah Muhammad Ikhlas Supardin Asep Saepudin Jahar Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 95 106 10.51875/jibms.v7i1.1146 Analisis Aspek Lingkungan dalam Studi Kelayakan Bisnis: Studi Kasus Lumpur Lapindo oleh PT Lapindo Brantas Inc. https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/250 <p>Studi kelayakan bisnis merupakan instrument strategis dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya pada sektor dengan resiko lingkungan tinggi seperti minyak dan gas bumi. Namun, dalam praktiknya, aspek lingkungan kerap diposisikan sebagai formalitas administratif dan belum terintegrasi secara subtantif dalam analisis kelayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek lingkungan dalam kerangka kelayakan bisnis melalui studi kasus PT Lapindo Brantas Inc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (<em>Single Case Study</em>) yang bersifat instrumental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. telah melampui batas daya dukung dan daya tampung lingkungan, yang ditandai dengan degradasi tanah, pencemaran air tanah, dan badan air permukaan, serta kerusakan ekosistem yang bersifat kronis dan sulit dipulihkan. Kegagalan fungsi AMDAL sebagai instrument preventif, lemahnya manajemen resiko ekologis, serta munculnya eksternalitas negatif berskala masif mengindikasikan bahwa proyek tersebut tidak memenuhi kriteria kelayakan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan menginternalisasi aspek lingkungan sejak tahap perencanaan telah membatalkan kelayakan bisnis secara menyeluruh.</p> Ibnu Haris solehudin solehudin Muhamad Nurman Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 107 113 10.51875/jibms.v7i1.250 Transformasi Konsep Dharibah dalam Fikih Muamalah: Relevansi Hukum Perpajakan Islam terhadap Tax Compliance di Indonesia https://newjurnal.idaqu.ac.id/index.php/jibms/article/view/988 <p>Tingkat kepatuhan pajak di Indonesia masih rendah dengan <em>tax ratio</em> stagnan kisaran 10–11%, jauh di bawah standar ideal IMF sebesar 15%. Dalam masyarakat Muslim mayoritas, problematika ini semakin kompleks akibat ketegangan konseptual antara kewajiban zakat dan pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep <em>dharibah</em> dalam fikih muamalah dan relevansinya terhadap peningkatan kepatuhan pajak di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif yuridis-normatif dan teologis-normatif, penelitian mengkaji literatur fikih klasik-kontemporer, peraturan perpajakan Indonesia, dan data empiris kepatuhan pajak. Analisis komparatif tiga level normatif-filosofis, struktural-operasional, dan fungsional dilakukan untuk mengidentifikasi titik temu antara <em>dharibah</em> dan sistem perpajakan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>dharibah</em> mengalami transformasi signifikan berbasis <em>maslahah mursalah</em>. Terdapat kompatibilitas filosofis antara prinsip <em>dharibah</em> (<em>al-adalah, al-yaqin, al-yusr, al-maslahah</em>) dan asas perpajakan Indonesia. Integrasi nilai <em>dharibah</em> berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak sukarela melalui legitimasi teologis yang mengubah persepsi wajib pajak Muslim dari sekadar kewajiban hukum menjadi ibadah. Model implementasi meliputi harmonisasi regulasi zakat-pajak, edukasi berbasis fikih muamalah, dan kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Pajak dengan lembaga keagamaan.</p> Tb Rifat Oyo Sunaryo Mukhlas Atang Abdul Hakim Copyright (c) 2026 Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) 2026-06-15 2026-06-15 7 1 114 128 10.51875/jibms.v7i1.988